Terkadang ketika kita ingin mencari negara tujuan untuk kuliah, salah satu yang menjadi pertimbangan bagi seorang muslim adalah apakah negara tujuan tersebut nyaman untuk tinggal dan beribadah. Nah, saya ingin berbagi pengalaman ketika kuliah selama empat tahun di Inggris, terutama pengalaman sebagai muslim. Saya belum banyak menginjakkan kaki di berbagai negara, tetapi di antara pengalaman saya tinggal di negara-negara dimana muslim adalah minoritas, Inggris Raya adalah salah satu negara yang nyaman ditinggali oleh muslim.
Ini beberapa fakta tantang muslim di Inggris
✅ Ada sekitar 3 juta Muslim di Inggris – sekitar 5% dari populasi, dan Islam adalah agama terbesar kedua di Inggris.
✅ Di mana pun kamu berada di Inggris, kamu dapat menemukan masjid untuk dikunjungi untuk sholat. Misalnya, ada sekitar 477 masjid di London saja. 🕌 Masjid Baitul Futuh di London adalah masjid terbesar di Inggris dan Masjid Pusat London paling banyak dikunjungi.
Sementara di Glasgow, tempat saya tinggal dulu, ada masjid besar Glasgow Central Mosque yang biasa saya kunjungi ketika Sholat Idul Fitri ataupun Idul Adha. Selain itu, ada beberapa masjid yang bisa dikunjungi untuk beribadah di berbagai daerah di Glasgow.

✅ Islamic Center dan Mushola dapat ditemukan di banyak tempat umum, seperti di bandara 🛫, pusat perbelanjaan besar ataupun terkadang museum. di Bandara Glasgow juga ada prayer room yang nyaman untuk sholat.
✅ Restoran ramah Muslim yang lezat dan beragam tersedia secara luas di Inggris. Situs-situs seperti @Zabihah mencantumkan 78 jaringan restoran di Inggris yang memiliki makanan halal, dan banyak lagi restoran di Inggris yang juga hanya menyajikan makanan halal.
✅ Hotel bersertifikat halal yang melayani pengunjung Muslim adalah hal yang biasa. Hotel Ini sering memiliki makanan Halal, tidak menyajikan alkohol di restoran mereka, memiliki sauna khusus wanita, melayani permintaan rumah tangga tertentu, dll. Contohnya Dukes London Hotel, Corinthia Hotel London dan banyak lagi …
✅ Sebagian besar kota di Inggris Raya memiliki fasilitas seperti tempat makan halal dan masjid. Kota dengan populasi Muslim yang cukup besar termasuk Birmingham, Manchester, Sheffield dan Leeds.
✅ Sejarah Muslim di Inggris yang telah lama, sehingga masyarakat Inggris sudah terbiasa dengan komunitas muslim di UK.
Di Glasgow sendiri, saya merasa sangat nyaman tinggal sebagai muslim selam studi di sana. Saya sedari awal menanyakan adakah tempat di lab yang bisa digunakan untuk sholat, kemudian staff CVR (centre for virus research) menyilahkan saya untuk menggunakan ruangan P3K yang memang sering kosong dan jarang dipakai untuk sholat. Saya cukup menggantung tanda “sedang dipakai” di depan pintu ruangan ketika menggunakan ruangan tersebut untuk sholat.
Sementara ketika lab saya pindah di daerah Garscube, lingkup lab di sana bahkan punya ruangan prayer room sendiri yang cukup luas, dilengkapi Al Quran, sajadah dan perlengkapan sholat lain.
Sementara di kompleks kampus utama, ada beberapa tempat yang dijadikan mahasiswa untuk sholat. Ada Faith room di kampus utama, serta ada ruangan tempat sholat juga di perpustakan. Jadi kampus saya memperhatikan kebutuhan mahasiswa yang muslim untuk tetap bisa beribadah.
Selain tempat ibadah, tempat yang menjual daging dan makanan halal juga relatif banyak di Glasgow. Hal itu penting bagi kami muslim di tanah rantau untuk tetap bisa memasak makanan khas Indonesia dan dijamin kehalalan-nya. Sikap penduduk UK juga ramah terhadap muslim, hal itu saya rasakan sendiri di lingkungan komunitas lab saya. Ketika ada acara makan di luar dan harus memilih restoran, mereka akan menanyakan dulu pada saya dan rekan saya dari Malaysia yang juga seorang muslim
“kalau di restoran ini, adakah menu yang bisa kalian makan?”
Rasanya mereka sangat menghargai kami sebagai muslim. Selain itu untuk hari raya, supervisor saya juga memberikan ijin untuk libur. Karena tentu saja secara resmi tidak ada hari libur seperti hari raya Idul Fitri ataupun Idul Adha.
Suasana seperti itulah yang membuat saya merasa nyaman dan betah selama tinggal di Glasgow. Yang selalu membawakan rindu yang tak pernah usai. Semoga suatu saat saya bisa mengunjunginya lagi. ***
Salam,

