Kerlip-kerlip bintang di langit musim dingin nampak berkilau. Rasi orion terlihat jelas dari balik jendela Megabus yang kami tumpangi menuju Manchester. Pemandangan megah itu urung membuat saya lelap seperti penumpang lainnya. Saya lebih memilih menikmati kerlipan Orion di langit Britania Raya yang merupakan pemandangan langka. Dulu, rasi itu sering sekali saya amati di atas bubungan rumah saya. Dan kini di langit yang sama, hanya bagian dunia yang berbeda saya kembali menyaksinya. Ini perjalanan kedua kalinya ke Manchester.
Menapakkan kaki di Manchester itu seperti mimpi yang tak pernah usang untuk diwujudkan. Sebagai penggemar The Red Devils, Manchester United, melangkahkan kaki ke Old Trafford adalah mimpi. Makanya, ketika saya diterima studi PhD di University of Glasgow, salah satu kota yang menjadi incaran untuk dikunjungi tentu saja, Manchester.
Kali pertama mengunjungi Manchester, dulu saat mengikuti kegiatan KIBAR Gathering, dan menyempatkan jalan-jalan sebentar di sela-sela acara. Nah kali ini memang sengaja ke kota ini untuk jalan-jalan England Trip. Menuju Manchester adalah perjalanan menengok ke belakang tentang mimpi-mimpi. Manchester dulu pernah menjadi bagian penting dari hidup saya, impian saya. Memang tak lagi seexcited dulu waktu pertama kalinya menginjak kota ini, namun tetap saja jalan-jalan selalu menyenangkan.
Kami tiba di terminal bus Manchester sekitar pukul 10.00 malam. Hawa dingin langsung menyergap begitu kami turun dari bis. Penat badan juga terasa setelah hari ini jalan-jalan di Leeds, dilanjutkan dengan naik bis menuju Manchester. Rasanya ingin segera menuju penginapan kami dan beristirahat.Kami kemudian menggunakan tram menuju ke daerah Salford Quays, tempat kami menginap di Hotel Ibis Budjet Salford Quays.
Kami merasa beruntung bisa mendapatkan akomodasi dengan harga yang murah, kami menyewa 2 kamar dengan total harga (53.20 GBP). Satu kamarnya berisi double bed dan satu bed di atas, jadi bisa ditempati oleh 3 orang. So, dari total 53.20 dibagi enam orang, sekitar 8.86 per orang, murahnya kebangetan kan?Dan ternyata Hotel Ibis-nya dengan mudah kami jangkau, dengan turun di stop Salford Quays lalu kemudian berjalan kaki sekitar 5-10 menit. Dan tadaaaa, ternyata emang enak banget tempatnya.
Nampaknya hotel ini baru, atau mungkin baru direnovasi. Hotelnya nampak bersih, nyaman dan petugasnya ramah. Saya sekamar dengan mba fitri, lalu yang laki-lakinya berempat berkumpul di kamar satunya. Kamarnya sangat nyaman, kamar mandi dalam, full wifi. Hotel ini sangat recommended untuk kalian yang akan jalan-jalan ke Manchester, apalagi deket banget dengan stadium Old Trafford. Jarang lho bisa dapat harga semurah itu untuk dapat tempat enak dan senyaman itu. Kalau berminat menjajalnya, info lengkapnya di sini.

Setelah mandi-mandi, hal pertama kali ingin kami lakukan pastilah makan. Perut sudah keroncongan minta diisi. Untung saja Mba Dini di Leeds sudah membekali kami dengan nasi briyani plus ayam bakar yang yummy untuk mengisi perut kami yang kelaparan. Tempat makannya juga nyaman, dengan fasilitas microwave, piring dan alat makan lainnya. Nampaknya hanya kami yang bolak balik memanaskan makanan karena piring yang disediakan tidak terlalu besar.
Lalu dengan lahap menghabiskan semua makanan yang tersedia.Tadinya kami hendak beristirahat, namun demi melihat stadion Manchester United yang nampak dari jendela hotel membuat kami tergoda untuk menuju stadion itu kala malam. Iyah, mungkin sensasinya akan lain bisa ke Old Trafford kala malam. Kapan lagi, mumpung menginap di dekat stadion.
Saya, Mas Basid, Mas Wahyu dan Mba Fitri saja yang beranjak berjalan menuju Old Trafford, sedangkan Mas Munir dan Mas Dipta memilih menyelonjorkan badan di hotel.Walau ini kali keduanya ke Old Trafford, tapi tetap saja menyenangkan mengunjungi stadion yang pernah menjadi tujuan nonton bola nomer satu, selain San Siro. Hanya dengan berjalan sekitar 20 menit kami sampai di Old Trafford. Eh mungkin lebih dari 20 menit karena banyak berhentinya untuk foto-foto sepanjang hehe


Stadionnya berdiri gagah, dengan kerlip tulisan Manchester United yang terlihat di langit Manchester yang telah menggelap. Lalu kamipun segera menjelajah di sekitar stadion sambil sesekali berfoto. Suasana stadion kala malam memang terasa berbeda, sepi dan lengang. Hanya bangunan yang berdiri membisu tanpa suara. Tak ada riuh seperti kala siang hari, apalagi saat hendak pertandingan berlangsung. Tapi bangunan ini adalah saksi banyak pertandingan United, saksi banyak mimpi-mimpi fans MU bergantung.
Gerimis mulai turun satu-satu, malam juga sudah menua. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat dan bersiap-siap untuk petualangan hari kedua di Manchester esok hari.**
Day 2.

Bangun di pagi hari kala jalan-jalan memang lain rasanya dengan hari-hari biasanya, terasa lebih bersemangat dan dunia lebih indah. Kami melakukan England Trip sekitar 8 hari loncat berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Memang kadang membutuhkan energi ekstra *(dan tentu saja duit ekstra) untuk melakukan perjalanan yang panjang seperti ini. Sebatas pengalaman saya, asal malamnya bisa beristirahat dengan nyaman dan tubuh memperoleh porsi istirahat serta asupan makan yang cukup, so far sih tidak berasa capek-capek banget ataupun sampai sakit.
Pagi ini setelah mandi dan mencereweti kamar depan biar cepetan mandi, saya dan Mba Fitri menyiapkan sarapan seadanya. Cukup dengan kentang goreng dan telur sisa bekal dari Mba Dini di Leeds.
“ Ayo cepetan mandi, kami tunggu di bawah,” memang si bapak-bapak itu ya, baru setelah dicereweti baru mau siap-siap hihih.
Setelah sarapan, kami sekalian check out dari hotel karena sorenya kami akan menuju London. Tapi kami menitipkan tas-tas segede gaban kami di tempat penitipan hotel, biar nanti sebelum ke stasiun kami kembali lagi ke hotel untuk mengambil tas-tasnya. Soalnya nggak enak jalan-jalan sambil memakai backpack yang besar plus tentengan macam-macam. Terasa kurang leluasa.
Dan pastinya akan cepat lelah bisa tubuh dibebani barang bawan yang berat, sementara pastinya kami akan jalan kaki lumayan untuk menjelajah Manchester. Maka travellinglah selagi muda, tenaga masih ekstra, semangat masih membara, suatu saat kalian akan menyadari ada beberapa keterbatasan dalam travelling seiring bertambahnya usia *huaaah ini persis nasihat simbah-simbah yak.
Pagi ini jadwal kami kembali ke Old Trafford! Ahaha masih belum puas semalam, dan juga Mas Munir dan Mas Dipta belum ke sini. Nah pagi ini kami jalan kaki menuju Old Trafford lagi, dan foto-foto (lagi). Saya tidak masuk ke Stadionnya, karena dulu pas pertama kali ke Old Trafford sudah pernah masuk ke dalam stadion. Heuheu mahal juga tour-nya, untuk informasinya kalian bisa check di sini.
18 Pounds per person? Glek. Mahal banget kan? Saya dulu bisa masuk dengan harga lebih murah karena menggunakan family ticket. Walaupun saat itu ya pura-pura saja jadi family. Kebetulan saat itu ada bapak-bapak, dan 2 anak dari indo hendak ikut tour stadium, lalu setelah ngobrol-ngobrol maka ikutlah saya biar diikutkan dengan harga family ticket. Jauh lebih murah pastinya.Begitulah, selain biaya transportasi, akomodasi, harga tiket masuk objek wisata banyak menyita budjet perjalanan.
Kami asik asik aja berwisata murah dengan (kembali) foto-foto di sekitar stadion dan masuk ke Official store-nya MU untuk melihat-lihat berbagai macam pernak pernik khas United. Dan ya pastilah harga merchandise official mahal ahaha, tapi saya beli beberapa souvenir yang sedang diskon christmas. Lumayan untuk kenang-kenangan.

Sebelum ke Manchester, ada beberapa teman yang nitip belikan jersey asli MU. Tapi setelah saya beritahu harganya, mereka mundur teratur. Oh ya kalau mau check-check harganya apa aja yang ada di megastore MU, bisa dilihat di sini. Kadang-kadang ada diskon yang lumayan lho.
Nah setelah dirasa puas menjelajah Old Trafford, kami makan siang dulu di tempat makan yang menyajikan makanan halal. Alhamdulillah di dekat Old Trafford ada tempat makan halal dan harganya terjangkau.

Dan setelah perut di isi kami melanjutkan perjalanan kami menuju markasnya Manchester City, Etihad Stadium. Walaupun MU dan City adalah musuh bebuyutan, dan saya sebagai fans MU pastinya bukanlah pendukung The Citizens tapi tetap saja ingin melihat bagaimana wujud stadionnya. Atau setidaknya bisa bilang pada diri sendiri “Aku udah pernah ke sana lho” ahaha.
Kami menuju ke markas The Citizens menggunakan tram, lalu berjalan kaki sekitar 20 menit. Sampailah kami di Etihad Stadium yang hawanya terasa berbeda dengan Old Trafford. Entah karena saya pendukung United atau entah karena memang sejatinya demikian, namun Etihad Stadium kurang terasa “gagah”. Kalah wibawa dibandingkan dengan stadion United itu, walaupun prestasi The Citizens tengah moncer sekarang ini.Kami berombongan kemudian menjelajah stadion ini, berkeliling, foto-foto dan masuk juga ke store-nya City ini. Harga-harga souvenirnya lebih murah dibanding souvenir MU, namun saya enggan membeli souvenir musuh bebuyutan klub yang saya bela ahaha.
Ada kejadian lucu saat kami menunggu tram ke city center. Mas munir ternyata menenteng tas belanjaan yang satu MU dan yang satunya City. Soalnya dia nggak suka bola tapi membeli ya gara-gara seru-seruan, oleh-oleh kalau pulang nanti. Tapi begitulah, petugas-petugas yang tengah berpatroli saat ini mencadai kami gara-gara dualisme klub itu. Yang satu pendukung MU, sedangkan petugas satunya pendukung the Citizens. Huah jadinya rame.
Di situ kami juga melihat beberapa ABG yang tertangkap petugas gara-gara tidak membeli tiket. Memang jarang ada pemeriksaan tiket, namun sekali tertangkap dendanya selangit. Jadi tetaplah membeli tiket apapun itu, agar tenang jalan-jalan kemana saja. Dari markas City kami melanjutkan perjalanan menuju City centre-nya Manchester. Humm tidak seperti kota lainnya yang berhias diri dengan ornamen ornamen khas Natal, seperti Manchester nampak plain. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di city centre-nya.

Tipikal city centre yang hampir sama dengan kota-kota besar lain di UK. Mungkin ada banyak objek wisata lain di Manchester, namun kami lebih memilih untuk menjelajah di area city centre saja. Setelah agak lama menjelajah city centre kami kembali ke hotel untuk mengambil tas dan menuju stasiun untuk melanjutkan perjalanan kami ke London, tujuan kota terakhir dalam UK-Trip kami.
Salam travelling

