Salah satu manfaat dari kuliah di luar negeri yakni memberikan kesempatan kita untuk lebih hidup secara mandiri, termasuk juga dalam mengatur keuangan sendiri. Bagaimana kita mengelola keuangan menjadi kemampuan krusial agar kehidupan kita selama studi berjalan dengan baik dan lancar.
Walaupun misalnya kita memperoleh beasiswa untuk membiayai studi kita di luar negeri, namun mengatur keuangan tetap menjadi hal yang utama. Terkadang kita dihadapkan pada kondisi ketika uang beasiswa terlambat cair, ataupun ada keperluan mendadak yang membuat kita harus pintar mengelola keuangan. Membuat perencanaan keuangan menjadi hal utama yang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk mengatur biaya hidupnya.
Upayakan membuat perkiraan berapa biaya hidup dasar yang harus kamu siapkan setiap bulannya. Ada beberapa kebutuhan hidup yang pasti harus kamu bayarkan setiap bulannya, misalnya membayar flat, gas, listrik dan internet. Kemudian kamu juga harus mengalokasikan biaya makan serta transportasi. Paling tidak hal-hal tersebut merupakan biaya hidup dasar yang harus sudah diperhitungkan untuk setiap bulannya. Kamu yang tahu sendiri perkiraan jumlahnya. Nah di bawah ini, saya membuat perkiraan biaya hidup di Glasgow sewaktu saya studi di sana.

Dengan membuat perencaan keuangan bulanan ini, kamu tahu berapa uang yang harus dipersiapkan untuk kebutuhan hidup dasarmu. Jangan lupa kamu juga harus menyisihkan untuk dana darurat misalnya uang beasiswa telat cair ataupun misalnya ada keperluan mendadak lainnya. Kalau kamu berencana untuk menabung selama studi, kamu juga harus pintar berhemat sehingga ada uang sisa dari jatah uang beasiswa.
Hemat dalam menggunakan pemanas ruangan bisa berhemat tagihan gas yang harus kita bayarkan. Oh ya, kamu menerima uang beasiswa dalam mata uang negara tempat kita studi misalnya saya menerima dalam bentuk poundsterling. Misalkan saja kurs poundsterling 1 GBP = kisaran 15.000-18.000, nah kan kalau kamu bisa menabung 100 GBP per bulan udah lumayan lho.
Nah, untuk bisa berhemat sebenarnya ada beberapa strategi yang bisa kita lakukan. Saya mencoba membagikan beberapa pengalaman saya saat studi di Glasgow, Inggris Raya.
1. Usahakan Masak Sendiri
Masak sendiri menjadi strategi jitu untuk bisa berhemat, jelas karena jatuhnya lebih murah dibandingkan kamu membeli makanan di luar. Berbeda dengan di Indonesia, dimana kita bisa membeli makanan di luar dengan harga relatif lebih murah, sementara di luar negeri harganya mahal. Misalnya di Glasgow, untuk beli makanan di luar seperti kebab, KFC minimalnya sekitar 5 pounds sekali makan.
Sedangkan kalau kamu membeli bahan-bahan makanan sendiri, kamu dapat berhemat banyak. Selain juga apabila kamu muslim, kehalalan bahan makanan yang kamu masak tentu lebih terjamin. Ditambah juga pilihan tempat makan halal juga tidak terlalu banyak.
2. Manfaatkan Charity Shop
Di Inggris, banyak sekali tersedia charity shop yang menjual barang-barang kebutuhan kita dengan harga yang sangat murah. Jadi keperluan seperti coat (jaket hangat), pakaian-pakaian sehari hari, sepatu saya hampir semua dibeli dari Charity Shop. Kualitasnya masih sangat bagus, namun harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli baru. Toh, nantinya juga kebanyakan barang-barang kita akan ditinggal kok, jadi kalau di Charity Shop aja ada yang masih bagus mengapa harus membeli baru?
Di Inggris ada beberapa pilihan Charity Shop seperti British Heart Foundation, Oxfam, Salvation Army, Red Cross, Cancer research dan banyak lagi pilihan lainnya. Selain itu, orang-orang juga sering memberikan barang-barangnya secara gratis dengan mengiklankannya di gumtree. Jadi pintar-pintar saja memanfaatkan peluang untuk berhemat.
3. Cari Informasi Diskon
Hehe mahasiswa Indonesia kayaknya dimana-mana ahli mencari informasi diskon, atau barang kebutuhan yang harganya lebih miring. Untuk bahan makanan, cobalah ke supermarket ketika sudah petang pasti ada banyak makanan yang didiskon. Roti, buah, sayuran bisa turun harga sangat banyak bila waktunya sudah beranjak petang. Ataupun bahan-bahan makanan yang sudah mendekati tanggal expired.
Dan sepanjang pengalaman saya, bahan-bahan makanan itu kondisinya masih sangat bagus kok. Kemudian untuk transportasi, ada lho tarif student yang bisa dimanfaatkan. Beberapa tiket masuk objek wisata juga memberikan diskon untuk student. Jadi kartu mahasiswamu cukup sakti untuk membantumu berhemat.
Namun walaupun berhemat, kamu juga tetap dong perlu memberikan hadiah bagi dirimu sendiri misalnya dengan menyiapkan budjet untuk jalan-jalan. Iya dong, kapan lagi kan kamu bisa mengunjungi tempat-tempat impian yang dari dulu sudah dibayangkan untuk dikunjungi. Nikmati pengalaman hidupmu saat tinggal di luar negeri dengan segala pernak perniknya yang akan memperkaya hidupmu. ***
Salam Semangat

