Nikmatnya Seafood dan Coklat Panas di Oban, Skotlandia

Pemandangan di luar jendela kereta yang membawa kami dari Glasgow menuju Oban, di kawasan Highland Skotlandia sungguh memanjakan mata. Ladang gandum, deretan danau dan kawanan domba-domba yang sibuk merumput merupakan pemandangan khas Skotlandia di Inggris Raya. Setelah hampir 2 tahun kembali ke Indonesia, kesempatan kembali ke Skotlandia menjadi perjalanan yang istimewa. Rasanya kembali “pulang”, pada kehidupan yang pernah dijalani selama kurang lebih 4 tahun saat menempuh kuliah di Glasgow.

Dan sayangnya, walaupun dulu telah tinggal sekitar 4 tahun di Skotlandia, tapi saya belum sempat mengunjungi Oban, sebuah kota pelabuhan yang katanya terkenal dengan seafoodnya! Nyum. Makanya begitu kembali lagi ke Skotlandia, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi Oban. Kota ini merupakan kota pelabuhan di daerah Skotlandia Barat. Perjalanan dari Glasgow ke Oban menempuh waktu sekitar 3 jam-an dari stasiun Glasgow Queen Street. Acara jalan-jalan di Skotlandia itu bukan hanya saat sampai destinasinya saja, tapi juga di perjalanannya. Ritual memandang landscape Skotlandia di luar jendela kereta selalu menyisakan kerinduan tertentu untuk selalu mengulangnya kembali. Maka perjalanan kali ini, saya benar-benar menikmati setiap sisinya, seperti merekam kembali kenangan demi kenangan. 

Kali ini saya ke Oban bersama dua sahabat, Mbak Nia dan Mbak Arie Restu, dua-duanya merupakan mahasiswa Ph.D di Glasgow. Mereka sudah beberapa kali ke Oban lho, tapi ketika diajakin ke Oban mau-mau saja. Makanya saya penasaran abis dengan Oban, ada apanya tempat itu kok orang-orang nggak cuma sekali pergi ke sana. Karena biasanya walaupun tempatnya indah, orang cenderung mengunjungi lokasi wisata 1 kali saja. Lha ini, bisa sampai beberapa kali..pasti ada apa apanya inih ehehe.
Seafood! Yes, ini dia kata kuncinya. Begitu kereta sampai di Oban Station, kami langsung menuju ke pinggir pantai dimana terdapat kedai-kedai bertenda yang menawarkan kelezatan seafood.            

“Biasanya kita makan di sini nih, seafoodnya fresh..” kata Mbak Nia. Saya sih ikut saja rekomendasi tempat makan mereka. Percaya saja pada mereka yang sudah beberapa kali ke Oban. Kami memesan grand platter untuk kami bertiga. Iya, kalian bisa memesan beberapa tipe tergantung untuk porsi berapa orang ataupun tergantung menu yang kalian suka. Dan ketika datang pesanan kami, wuaaa…perut yang keroncongan, sepiring grand platter seafood dan sepoi-sepoi angin pantai di awal musim gugur sungguh kombinasi yang sempurna.

Porsi Grand Platter

Dan memang yang dibilang temen temen yang sebelumnya ke Oban benar adanya. Seafoodnya juara banget! Fresh, dimasak dengan direbus bersama bumbu minimalis yang justru membuat rasa seafoodnya lebih terasa. Mereka memasaknya di tempat, jadi kami bisa melihat proses memasaknya langsung. Dan ada papan yang menunjukkan tempat cuci tangan yang menarik perhatian kami, karena terdiri dari tulisan dari berbagai bahasa, termasuk kata “tempat cuci tangan” di situ hehe.

Tempat cuci tangan

Setelah menghabiskan seporsi grand platter seafood untuk bertiga, kami mulai berjalan-jalan menyusuri kota pelabuhan tersebut. Kotanya nyaman untuk dijejalah dengan jalan kaki, dengan sesekali angin musim gugur mulai menyapa kami. Impresi saya ketika mulai menjelajah kota, langsung terasa hawa santai dan rileks banget kotanya. Tipikal kota pelabuhan yang tenang, cocok untuk bersantai bersama orang-orang tercinta. Kami memutuskan untuk menurunkan seafood di perut dengan mendaki ke atas McCaig Tower, untuk bisa melihat pemandangan kota Oban dari atas. Lumayan sih mendakinya, tapi masih ringan kok level mendakinya, dari bagian bawah sampai atas mungkin sekitar 20 menit. Eh waktunya tergantung berapa lama kamu berhenti untuk berfoto-foto sih. Soalnya banyak spot yang bagus untuk foto-foto, seperti di depan Mc Caig tower. 

Bangunan ini mirip Colloseum-nya Italia, terletak di atas bukit-nya Oban. Nama-nya diambil dari nama si arsitek pembuatnya, John Stuart McCaig yang membangun monumen ini pada Tahun 1897. Rencananya McCaig akan membuat bangunan itu sebagai monumen keluarga, dengan rancangan berdasarkan Colloseum di Roma, karena ia pengagum arsitektur Romawi dan Yunani. Di bagian tengahnya, direncanakan akan dibangun museum dengan patung dirinya dan keluarganya, namun sayang begitu ia meninggal, pembangunan dihentikan sehingga sampai sekarang monumen itu hanya selesai bagian luarnya saja.

Sesampainya di McCaig Tower, kita bisa melihat pemandangan indah Oban dari atas. Perpaduan perbukitan menghijau, bangunan-bangunan kota, kapal yang berlayar dan laut. Ada kursi kayu yang disediakan di sana, yang bisa dimanfaatkan untuk berlama-lama memandangi pemandangan cantik di depan mata. Siapa yang tidak betah berlama-lama menikmati pemandangan surgawi seperti ini. Dengan angin yang menerpa, sungguh menghilangkan lelah karena sempat mendaki menuju tempat ini.

Landscape Oban dari Mc Caig Tower

Selain bersantai menyusuri kotanya, kami pun mampir ke toko coklat paling terkenal se Oban yakni Oban Chocolate co. Toko coklat yang didirikan orang sepasang suami istri Helen dan Stewart Mackechnie pada Tahun 2002 ini bahkan masuk dalam Ten Best Chocolate Shop in Europe! Humm, pantas banget dicoba kan.
Saya mencoba segelas coklat hazelnut yang memang rasanya mantaaaaap banget. Mbak Nia dan Mbak Arie menambahkan menu dengan waffles yang rasanya juga juara. Lokasinya menghadap laut, dengan sofa yang nyaman. Jadi yaaa..memang tempatnya cocok banget untuk bersantai, minum coklat, ngobrol, memandang laut. Bahkan saya sempat terlelap beberapa saat saking nyamannya. Duuuh memang sih, ini cukup menjawab rasa penasaran saya kenapa orang-orang berkali kali ke Oban. 

Secangkir coklat Hazelnut

Rasanya sih pantas kalau saya bilang, kalau mampir ke Skotlandia, jangan lupa mengunjungi Oban! Rasakan atmosfernya yang tenang, santai, cocok untuk menghilangkan penat dan menyegarkan kembali hidup yang terkadang jenuh penuh rutinitas. Sebenarnya masih banyak si foto-foto menawan lainnya, tapi daripada kalian tambah jatuh cinta, pergilah suatu saat ke sana!

Salam baik,

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *