Dear Para Pejuang Skripsi di Masa Pandemi

Hai para pejuang skripsi, masa pandemi seperti ini membuat beban yang dipikul jadi semakin terasa ya?. Kebayang sih, berjuang menyelesaikan skripsi di masa normal saja enggak mudah, apalagi di saat seperti sekarang ini. Udah kirim draft skripsi untuk dikoreksi dosen lewat email, lama nggak ada kabar beritanya. Ketika usaha ngingetin dosen pembimbing untuk berkenan meluangkan waktu mengoreksi, kadang cuma diread doang! Nyesek ya rasanya.

Puk puk sabar…this too shall pass!

Perjalanan menyelesaikan skripsi di akhir masa studi memang punya tantangan tersendiri ya. Kalau untuk mata kuliah biasa kan tinggal ngikutin kuliah sesuai jadwal, ngerjain tugas, ikut ujian tengah semester dan ujian akhir semester kemudian keluar nilainya. Selesai perkara ya kan? Tapi skripsi tentu lain ceritanya.

Kita sendiri yang menentukan kapan mau maju outline proposal, ngerjain proposal, penelitian sampai di tahap akhir melakukan seminar hasil penelitian. Fase-fasenya banyak, yang kebanyakan laju-nya ditentukan oleh diri kita sendiri. Kalau kita tidak bergerak mengerjakannya, ya enggak akan tiba-tiba skripsinya jadi selesai. Makanya yuk rapatkan barisan semangatnya, untuk tetap menyelesaikan skripsi walaupun di masa pandemi.

  1. Jaga kesehatan dan jaga semangatmu

Masa pandemi seperti saat ini, kesehatan menjadi sangat utama. Ketika kasus Covid-19 merebak dimana-mana, kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari infeksi virus tersebut. Selain itu, kesehatan juga bukan hanya kesehatan fisik saja, kesehatan mental juga tak kalah pentingnya.

Sayangnya, menjaga kesehatan mental di kala pandemi juga tidak mudah. Seringkali kita dilanda kebosanan, kesepian, dan jadi kehilangan semangat. Sementara beberapa aktivitas seperti travelling, kumpul seru bareng temen, atau kegiatan seru lainnya menjadi sangat terbatasi karena adanya pandemi.

Apalagi bagi kalian yang sekarang ini tinggal di rumah ya, biasanya bisa ke kampus berkumpul bersama teman teman yang pastinya menambah semangat, sekarang tidak bisa lagi. Kebosanan bisa bikin semangat mengerjakan skripsimu jadi drop. Tapi ingat lagi dong tujuan dan target-target kalian, biar terus bisa bersemangat mengerjakan skripsimu. Tulis kata-kata penyemangat dan tempel di dekat meja belajarmu, biar selalu diingatkan untuk enggak patah semangat.

2. Small progress is still a progress

Biasakan untuk tetap mengerjakan sesuatu dalam menyelesaikan skripsimu. Kalian bisa nyicil mengerjakan analisis data, membuat tampilan tabel, grafik, ataupun membaca referensi-referensi jurnal atau buku yang nantinya akan memperkaya pembahasan skripsimu.

Percayalah, dengan membuat progress walaupun terlihat sederhana akan memberikan mood yang lebih baik, daripada macet terhenti tanpa kemajuan sama sekali. Oh hari ini saya mengerjakan ini lho! ada rasa bergerak maju yang membuat semangatmu tetap terjaga. Jadi jangan menunda-nunda sesuatu, semakin ditunda makin menarikmu ke dalam situasi stagnan yang tak berpenghujung rasanya.

3. Kadangkala kita harus beradaptasi dengan realita

Situasi pandemi ini membuat kita berada pada kondisi serba penuh keterbatasan. Mungkin ada di antara kalian yang sudah seminar proposal dan merencanakan mengambil data langsung wawancara menggunakan kuesioner ke lapangan. Kemudian hal tersebut menjadi tidak memungkinkan karena kondisi pandemi ini.

Diskusikan dengan dosen pembimbing dan penguji untuk bisa mengubah metode pengambilan data. Bisa diganti dengan model kuesioner online, atau wawancara by phone ataupun via Gmeet. Atapun bagi yang belum mengajukan proposal, masa pandemi ini juga memungkinkan untuk melakukan literature review sebagai skripsi. Tidak perlu turun ke lapangan untuk mengambil data, namun cukup melakukan studi literature review, kalian bisa menyelesaikan skripsi. Ada banyak universitas yang mengambil kebijakan demikian.

Memang sih ya, kadang kita punya idealisme tersendiri. Skripsiku harus begini begitu, karena nantinya akan sebagai bukti sejarah perjalanan menyelesaikan kuliah S1. Namun hidup seringkali dihadapkan pada realita, yang menuntut kita harus pintar juga beradaptasi. Hal terpenting kita tetap melaju, jangan terhenti.

4. Komunikasi adalah kunci

Masa sulit seperti sekarang ini, konsultasi skripsi menjadi problema tersendiri. Biasanya dapat secara normal berkonsultasi tatap langsung dengan dosen pembimbing, sekarang tidak bisa begitu lagi. Konsultasi berganti via email, yang seringkali menyebabkan stress tersendiri. Email lama direspon, chat wa tidak berbalas.

Sabar gaes, dosen juga tengah mengalami masa sulit untuk menyesuaikan manajemen pekerjaannya di masa pandemi. Jadi rajin-rajinlah mengingatkan dengan bahasa yang sopan ya. Jangan memburu-buru dosen dengan kata-kata yang kurang sopan, itu malah bikin dosen jadi ilfeel denganmu.

Bila ada permasalahan yang menghambat skripsimu, jangan sungkan komunikasikan dengan dosen pembimbing skripsi, dosen pembimbing akademik, adapula komisi skripsi yang akan memberikan bala bantuan. Selain itu, walau nggak bisa berkumpul seperti biasa di kampus, tetap jalin komunikasi dengan teman-temanmu ya.

Untuk menjaga semangat seringkali dibutuhkan orang-orang yang di sekitar kita, yang senantiasa memberikan dukungan dan penghiburan. Memang di masa pandemi ini, membuat kita menyadari betapa berartinya orang-orang terdekat dalam hidup kita.

Jadi jangan kalah dengan pandemi, teruslah bergerak dengan upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan skripsimu. Ketika kumpulan upaya-upaya rutinmu itu menggunung, pastilah kamu akan sampai juga di penghujung. Menyelesaikan skripsi dan studimu, untuk bisa mengantarkanmu ke jenjang berikutnya sesuai rencana-rencana hebatmu.

Salam Semangat selalu 🙂

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *