Salah satu hal yang perlu dipersiapkan ketika akan berangkat untuk studi di luar negeri yakni mencari akomodasi. Akan tinggal dimana nanti setelah kita sampai di negara tujuan? Ketika di negeri antah berantah yang belum kita kenal sebelumnya, pastinya hal ini harus dipersiapkan dengan baik. Nggak mau dong ketika berangkat masih bingung mau tinggal dimana setibanya kita nanti.
Waktu saya mempersiapkan diri hendak berangkat studi doktoral ke Glasgow, Inggris Raya, hal ini pun menjadi salah satu hal yang jauh hari saya persiapkan. Saran saya jangan mepet-mepet waktunya, karena terkadang proses mencari akomodasi pun memerlukan waktu dan energi untuk menemukan tempat tinggal yang pas.
Awalnya saya mencoba mencari informasi akomodasi dari website-nya University of Glasgow (UoG), dan sempat hendak memutuskan untuk tinggal di akomodasi kampus. Biasanya setiap kampus di UK mempunyai fasilitas akomodasi kampus yang dapat disewa oleh mahasiswanya. Misalnya untuk UoG juga menyediakan akomodasi kampus untuk mahasiswa-mahasiswanya terutama untuk International Student.
Infonya bisa dilihat diĀ http://www.gla.ac.uk/services/residentialservices/, di website tersebut lengkap berisi informasi-informasi terkait pilihan tempat tinggal, bahkan dibagi untuk undergraduate dan juga untuk post graduate karena mungkin kebutuhannya juga berbeda.
Tapi kemudian saya mencoba mencari kontak anak-anak Indonesia yang kuliah di Glasgow, dan akhirnya saya menemukan komunitas PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Glasgow. Menurut saya penting banget sih, ketika akan berangkat studi di luar negeri untuk kontak dengan sesama mahasiswa Indonesia yang tengah studi di sana. Secara psikologis juga akan memberikan rasa aman nyaman karena merasa tidak akan “sendirian” ketika tinggal di tempat baru yang belum kita kenal sebelumnya.
Biasanya, mereka akan sangat membantu persiapan menjelang keberangkatan, termasuk soal akomodasi. Melalui mereka, saya mencari info siapa tahu ada anak Indonesia yang juga tengah mencari “partner” tempat tinggal. Sebagai informasi, di UK biasanya sistem sewa tempat tinggalnya berupa flat (apartemen) yang terdiri dari beberapa kamar yang membutuhkan orang lain untuk menyewa-nya bersama-sama.
Alhamdulillah, ada mahasiswi Indonesia juga yang tengah mencari “partner” untuk menyewa flat saat itu, namanya Puput dan tidak melalui proses yang terlalu lama ketika saya memutuskan untuk setuju menyewa di flat tersebut. 21 Hillhead Street, tempat tinggal saya itu merupakan salah satu tempat yang bagi saya bersejarah selama saya tinggal di Glasgow. Letaknya sangat dekat dengan kampus utama UoG, hanya berjalan kaki saja sekitar 5 menit.
Oh ya, menurut saya beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan memilih flat yakni :
1. Dana yang kamu alokasikan untuk akomodasi
Ini akan menjadi pertimbangan utama untuk memilih tempat tinggal yang seperti apa. Perlu diingat kadang uang sewa akomodasi ada yang include bills utility/perlengkapan misalnya listrik dan gas, namun ada pula yang exclude itu semua. Info-info tersebut juga harus secara lengkap didapatkan, agar kamu tidak salah memilih.
2. Jarak dengan kampus.
Ini juga penting kamu perhatikan ya, untuk membandingkan akomodasi mana yang hendak kamu pilih. Karena misalnya akomodasi yang kamu pilih jauh dari kampusmu, berarti kamu juga harus memperhitungkan biaya transportasinya juga. Cari informasi berapa biaya transportasi yang harus kamu tanggung (walaupun biasanya untuk transportasi ada tarif mahasiswa, tapi tetap saja lumayan besar ya), jadi tetap harus kamu pertimbangkan.
3. Tipe tempat tinggal yang kamu inginkan
Tempat tinggal sebenarnya pilihan yang sangat personal. Kamu lebih memilih privasi atau tidak keberatan untuk sharing beberapa hal? misalnya kalau menyewa flat dengan rekan yang lain kamu harus share kamar mandi dan dapur untuk digunakan bersama-sama (paling dengan 1 atau 2 orang).
Apalagi kalau tinggal bersama di akomodasi kampus, mungkin kamu harus berbagi dengan lebih banyak orang lainnya lagi. Apalagi kalau berasal dari berbagai macam negara ya, kamu harus siap siap dengan kebiasaan yang berbeda-beda. Apalagi kalau kamu muslim, berarti ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan misalnya mesti memiliki alat-alat masak sendiri.
Kalau kamu orangnya super mengedepankan privasi, kamu bisa menyewa tipe studio yakni sebuah kamar yang sudah disiapkan multi guna. Biasanya ada tempat tidur, dapur simpel, dan kamar mandi. Hanya saja kamu akan tinggal sendirian. Nah tergantung banget kan kamu tipe yang mana? semuanya tergantung pada pilihanmu.
Berikut saya mencoba merangkumkan beberapa kelebihan dan kekurangan tipe-tipe akomodasi yang bisa kamu pilih


Salah satu kesulitan mencari akomodasi ketika kita masih di Indonesia, yakni kita tidak bisa leluasa melihat kondisi akomodasi yang kita pilih. Bila sudah tiba di tempat, kalian bisa melakukan “viewing” atau melihat kondisi akomodasi yang akan dipilih dengan melakukan janjian dengan si penyewa.
Dulu saya sempat menyewakan kamar saya selama tiga bulan selama saya pulang ke Indonesia untuk riset lapangan. Iya dong, daripada kamar saya kosong dan tetap harus membayar harga sewanya, kan bisa saya sewakan pada orang yang membutuhkan tempat tinggal dalam periode yang pendek.
Saat itu yang mengiklankan kamar saya di situs Gumtree, dan alhamdulillah selama 2 kali saya pulang ke Indonesia, kamar saya selalu terisi disewa oleh orang lain. Nah, saat itu pula saya menawarkan si penyewa untuk “viewing” kamar yang akan saya sewakan.
Ataupun kamu bisa memilih opsi “numpang” dulu ke rekan yang sudah dikenal, kemudian mencari akomodasi ketika sudah sampai sana sehingga mempunyai kesempatan untuk viewing. Namun kadang nggak enak juga kan kalau numpang ke orang, apalagi kalau terlalu lama. J
adi memang waktu itu, saya tidak banyak berpikir panjang ketika menerima tawaran Puput untuk share flat, karena sesama Indonesia rasanya lebih nyaman dan aman. Jadi sesampainya saya ke Glasgow, sudah pasti tempat tinggal akan akan saya tuju. Ini dapur flat saya di 21 Hillhead Street, sharing dengan 2 orang lainnnya. Sangat nyaman untuk saya tinggal waktu itu.

Flat saya dulu dikelola oleh agen KPM residential, dengan biaya pengurusan awal sebesar 120 GBP (Great Britian Poundsterling). Kemudian biasanya juga ada uang deposit yang harus disetor dulu sekitar 600GBP (ini bisa dibagi bersama dengan rekan se-flat). Deposit fee itu bertujuan sebagai uang jaminan kalau ada kerusakan-kerusakan di fasilitas flat di akhir masa sewa, maka uang deposit kita akan dikurangi pada saat pengembalian.
Ini juga terjadi pada saya di akhir masa sewa. Karena saya mahasiswa yang paling lama disitu (yang lain misal hanya studi master, jadi hanya menyewa selama setahun), jadi ada beberapa yang rusak misal karpet lantai, jendela yang kotor karena letaknnya di lantai bawah terlalu lembab, gorden yang kondisinya tidak oke setelah sekitar 3 tahun pemakaian. Alhasil, lumayan banyak juga uang deposit saya yang dipotong di akhir masa sewa.
Oh ya, jangan lupa biasanya ada Council Tax (pajak daerah atas properti yang ditinggalin) yang harus diurus. Untuk pelajar full-time atau tinggal dengan pelajar full-time lain tidak akan dikenakan Council Tax, tapi tetap harus diurus untuk mendapatkan free council tax tersebut. Hehe banyak ya yang harus diurus, iyalah kamu memang dilatih untuk mandiri.
Beberapa situs yang dapat kamu manfaatkan untuk mencari pilihan akomodasi khususnya di UK
- Website kampusmu
- https://www.student.com/en-gb/uk3.
- https://www.gumtree.com/
Mencari tempat tinggal memang sangat krusial ya karena akan mempengaruhi kenyamananmu selama tinggal di luar negeri dan mungkin juga akan berdampak pada studimu. Upayakan untuk mendengarkan kebutuhan-kebutuhanmu serta kondisimu juga ketika memilih akomodasi. Tempat itu akan menjadi bagian penting saat kamu menjalani pengalaman baru studi di luar negeri. Semoga tulisan ini cukup membantumu menemukan tempat tinggal yang nantinya cocok bagimu!
Salam Semangat,

