Menerbitkan di Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi Harus Bayar Mahal, Benarkah?

Beberapa saat lalu ada rekan yang bertanya tentang saya terkait jurnal ilmiah internasional via telpon. Dia sedang menulis manuscript jurnal yang rencana akan disubmit ke jurnal internasional. Bolehlah ya, saya share diskusi saya dengan rekan saya tersebut.

Benar nggak sih kalau mau publish di jurnal internasional bereputasi itu harus bayar mahal?
Hummm pada intinya sih tidak semua jurnal internasional bereputasi itu mewajibkan untuk bayar mahal untuk bisa terbit di jurnalnya. Ada saja kok jurnal bereputasi, open access dan free (gratis), misalnya karena jurnal tersebut punya sponsor yang mendanai operasional jurnal tersebut. Tapi memang harus rajin rajin mencari informasi sih.

Btw batasan mahal itu berapa sih? heheh subjektif ya kalau ini. saya sedikit bercerita, dulu saat saya menerbitkan paper di jurnal PLos Neglected Tropical Disease (Q1) biayanya kalau tidak salah 29 juta kalau dirupiahkan. Itu dulu tahun 2016, sekarang saya cek ternyata sudah 2.420 USD (sekitar 35 juta). kebayang kan duit segitu “hanya” untuk membayar 1 paper ckckck mahal banget.

Kalau memang budjet hibah penelitiannya tidak bisa mencover biaya sebesar itu, ya mending cari yang lain hehe
Masih ada kok yang lebih terjangkau. misalnya untuk pengalaman saya Q4 berkisar 2.5-3 jutaan, Q3 : 3-8 juta, Q2 mungkin 8-10 jutaan. Nah Q1 ini memanglah ya, harus punya hibar penelitian yang besar untuk berani menerbitkan di Q1.

Walaupun kembali lagi ya ke statement awal, tidak semuanya harus membayar mahal. tapi memang kebanyakan berbayar sih. Ada lagi yang berbeda tarif bayar, misalnya penulis memilih mau open access atau tidak (pembaca yang akses paper harus membayar per artikelnya). Nah biasanya ada yang gratis atau lebih murah bila kita memilih opsi tidak open access ini. Tetapi ada kelemahannya juga dengan sistem seperti ini, karena pembaca yang akan mengakses paper kita harus membayar, kemungkinan pembaca paper kita akan semakin sedikit, dan otomatis akan semakin sedikit pula kemungkinan paper kita akan disitasi penulis yang lain.

Humm memang plus minus ya. Mau memilih yang lain, tentu kita sendiri yang paham kondisi keuangan yang tersedia untuk paper kita. Yang penting tetap produktif untuk menulis paper ilmiah yang berkualitas. Publish or Perish!

Salam baik,




Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *