Salah satu kegalauan mahasiswa jaman sekarang tuh dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan kuliah S2 (master) atau langsung cari kerja? Nah untuk bisa memantapkan langkah pilihannya, kamu harus menggali banyak informasi dong. Apa sih keuntungan langsung S2 ataupun kelebihannya kalau misalnya langsung kerja. Setiap pilihan pasti punya plus minusnya kan.
Pengalaman saya dulu, usai kuliah S1 masih bingung mau ngapain. Waktu itu sih kepikirannya cari kerja, namun ternyata tidak mudah juga ya mendapatkan pekerjaan. Kemudian setelah bekerja freelance, saya akhirnya mendapatkan beasiswa S2 di Ilmu Kedokteran Tropis UGM. Jadi kalau bisa dibilang, selesai S1 kemudian saya kuliah S2 walaupun nggak langsung jangka waktunya. Setelah selesai S2 di UGM, baru diterima sebagai dosen di Unsoed, Purwokerto.
Ketika saya kuliah di Glasgow untuk menempuh studi doktoral saya, saya banyak bertemu dengan teman-teman yang mengambil master di sana. Ada yang dari freshgraduate, ada pula yang sudah bekerja kemudian lanjut ke S2. Memang setiap orang punya pertimbangannya masing-masing. Yang pasti kamu harus tahu keinginan dan kebutuhanmu.
Kalau kamu berharap dengan dapat ijazah S2 langsung dari S1 kemudian akan mendapat gaji yang lebih besar? hummm dari beberapa tukar cerita dari teman-teman yang mengalami hal ini, ternyata tidak serta merta demikian. Ternyata di Indonesia, pengalaman bekerja lebih “dihargai”dibandingkan dengan mempunyai ijazah S2 tapi belum punya pengalaman bekerja.
Namun, hal ini berbeda kalau di luar negeri, Misalnya di UK, saya mengamati banyak orang yang langsung dari S1 ke S2, bahkan langsung ke S3. Ternyata memang juga mempengaruhi gaji yang mereka terima sesuai dengan jenjang pendidikannya. Nah tinggal kamu pengennya seperti apa? coba nyari pengalaman dulu, lalu baru lanjut S2 juga bisa. Ataupun mau langsung S2, baru melamar pekerjaan juga boleh banget
Yang penting harus paham juga konsekuensinya. Kamu mau lanjut studi untuk apa? semua alasan sangat boleh kok. Karena setiap pribadi punya alasannya tersendiri. Ada pula yang memang tuntutan karier, atau profesi tertentu yang memerlukan jenjang akademis yang lebih tinggi.
Misalnya saya sebagai seorang dosen (saya diterima sudah selesai S2), jadi dari awal memang saya sudah tahu bahwa untuk melanjutkan studi S3 itu memang kebutuhan (dan memang keinginan saya sih). Ada yang memang ingin mencari tambahan ilmu, ada yang ingin lebih “tervalidasi” profesinya, ada yang mengincar “salary” yang lebih besar. Sah sah saja.
Jadi, tanyai dirimu sendiri. Kira-kira lebih cocok yang mana? atau kesempatan yang lewat itu tenyata lebih cepat datang yang mana? misalnya saya, tenyata kesempatan studi lanjut lebih menyambut saya dibanding kesempatan bekerja, jadi ya udah saya studi lanjut S2 dulu dengan beasiswa yang saya peroleh waktu itu.
Begitulah, kadang kita juga harus lentur menghadapi perubahan, tapi mencoba menyusun rencana yang jelas penting juga kan. Selamat berjuang teman-teman
Salam semangat,

