Bincang Sore Tentang Pengalaman Studi di Luar Negeri di RRI Pro 4 Jakarta

Berbagi info dan pengalaman tentang studi di luar negeri selalu saja terasa menyenangkan untuk saya. Makanya saya tak perlu berpikir panjang untuk menerima tawaran dari RRI Pro 4 Jakarta untuk mengisi acaranya sebagai narasumber dalam bincang sore tentang pengalaman studi di luar negeri Tanggal 23 Maret 2021. Bersama penyiar Mbak Tiara Andini, saya mengudara untuk berbagi beberapa hal terkait pengalaman saya selama 4 tahun tinggal di Glasgow, Skotlandia-Inggris Raya. Karena RRI Pro-4 fokusnya lebih ke budaya, maka sharing saya pun juga terkait budaya di sana.

Nah, saya ingin merekap beberapa sharing saya di sini ya,

Apa bedanya sih mbak kuliah di Indonesia sama di luar negeri?

Kalau menurut saya sih pengalaman hidupnya yang membedakan. Saya dulu S1 dan S2 di dalam negeri kemudian baru menempuh pendidikan doktor di Glasgow, Skotlandia. Kalau untuk keilmuan sih, bisa didapat dimana saja sih. Walaupun memang sistem pendidikan di Inggris lebih bagus, dan kita bisa belajar dari para ahli yang kece-kece, namun hal yang paling berkesan buat saya ya pengalaman hidup di Inggris selama 4 tahun. Hidup di tanah antah berantah yang sangat berbeda dalam hampir semua hal dengan tinggal di Indonesia

Pada saat pertama kali sampai dan menyesuaikan diri, hal hal apa sih yang terasa berbeda?

Humm..kalau saya sih yang paling terasa berbeda saat pertama kali datang ke Glasgow itu cuacanya sih. Saya tinggal di bagian Inggris Raya bagian utara yang cenderung lebih berangin dan dingin. Waktu itu saya tiba saat musim gugur, jadi sudah dingin. Nggak bisa lagi tuh pakai sandal kalau mau keluar rumah..brrr, dingin banget rasanya. Kemudian sistem-sistem juga berbeda, seperti transportasi, perbankan.

Selama tinggal di Inggris, bagaimana sih menurut mbak orang sana tuh?

Dulu beberapa orang bilang kalau orang Inggris tuh kaku. Tapi ternyata enggak tuh, atau mungkin memang orang Skotlandia lebih hangat ya. Ramah ramah kok mereka, hangat dan mau menyapa, ngobrol gitu. Bahkan tuh kalau papasan jalan sama orang yang nggak dikenal juga senyum. Yang paling dikangenin itu kalau naik bis, supirnya akan nyapa dengan hangat ” Morning, dear” dan kita pun kalau turun bis-pun akan mengucapkan ” Thank you”, aduh berasa adem banget di hati.

Orang sana tuh melihat Indonesia tuh gimana sih mbak? mereka curious apa sih tentang Indonesia?

Memang sih, kebanyakan mereka mengenal Indonesia lebih ke Bali sama Borneo sih. Anehnya dulu pas awal-awal saya datang, mereka komentarnya gini ” Ngapain kamu ke sini? your country is paradise! negerimu itu surga lho!” Mungkin karena mereka melihat bahwa Indonesia berkelimpahan sinar matahari, sementara matahari di negeri Britania Raya kayak hanya tempelan saja. Jadi mereka melihat Indonesia itu negeri yang indah. Sama ini sih, mereka mengenal Indonesia sebagai negeri dengan komunitas muslim yang besar. Kalau untuk budaya apa ya? mereka ada sih komunitas yang main gamelan gitu, namanya komunitas Naga Mas. kadang tampil di pertunjukan-pertunjukan budaya.

Nah terkait budaya nih mbak… ada nggak sih event untuk memperkenalkan budaya Indonesia di sana?

Oh iya pasti, Kami di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Glasgow setiap tahun mempunyai event budaya yang diselenggarakan secara rutin yaknin Indonesian Cultural Day. Biasanya kita akan menampilkan berbagai ragam budaya Indonesia mulai dari tari-tarian, lagu daerah serta makanan khas Indonesia seperti nasi kuning, sate ayam, rendang, bakwan dan martabak. Kegiatan ini diisi oleh mahasiswa serta warga negara Indonesia yang tinggal di Glasgow. Justru kita tuh lebih banyak belajar dan mengenal budaya kita ketika di luar negeri, karena kita ingin memperkenalkannya pada masyarakat luar negeri. Jadi malah kita excited untuk belajar nari daerah bareng-bareng. seru sih rasanya, pengalaman yang tak bisa terlupakan.

Selain itu, ada Batik Day dimana kita memperkenalkan batik, serta even even budaya lainnya. Ada pula kelas bahasa Indonesia gratis yang pernah menjadi salah satu program PPI Glasgow.

Oke terakhir mbak, apa sih pesan-pesan buat orang Indonesia yang mau studi di sana, misalnya untuk persiapan mental dan materi?

Pesan saya sih banyak banyak cari informasi ya terkait studi di sana. Karena semakin banyak informasi yang kita dapat maka kita akan merasa lebih siap menghadapi situasi situasi yang berbeda. Kita juga harus siap dengan perbedaan dan mau menerima perbedaan, karena mau tidak mau kita akan tinggal di daerah yang sama sekali berbeda. Kemudian juga kontak dengan PPI setempat juga sangat penting. Mereka akan membantu informasi terkait akomodasi, penjemputan ataupun mengenalkan kota misalnya tempat tempat makanan halal, masjid dan sebagainya.

Pokoknya sangat berguna deh kalau kontak dengan PPI di kota setempat, jadi kita tidak merasa sendirian juga ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang baru. Untuk persiapan materi ya, kalau misal dapat beasiswa kita kan dapat dari beasiswa, tinggal pintar mengatur keuangannya saja. Kalau biaya sendiri, ya harus mencari biaya hidup standar di kota tersebut berapa. Gitu aja sih, semangat semuanya yang berencana untuk studi di luar negeri ya.

Salam semangat selalu,

Share this:

Related Posts

One thought on “Bincang Sore Tentang Pengalaman Studi di Luar Negeri di RRI Pro 4 Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *