Siapa sih yang nggak kenal seorang Maudy Ayunda? Yup, akhir-akhir ini namanya semakin berkibar cemerlang setelah ia menyelesaikan kuliahnya di Stanford University di Amerika Serikat. Universitas ini merupakan perguruan tinggi terbaik kedua berdasarkan World University Rankings Times Higher Education. Memang jejak Maudy ini sejak dulu mampu menginspirasi banyak anak-anak muda Indonesia dalam bidang akademik. Terutama sejak ia melanjutkan studi ke Oxford University di United Kingdom untuk menyelesaikan pendidikan S2nya,
Huhu siapa yang nggak pengen masuk ke Oxford? dulu pas mencari universitas untuk studi lanjut doktoralnya, tentu saja nama Oxford dan Cambridge University sebagai universitas kecenya UK jelas dong masuk pertimbangan. Tapi tentulah ketika menentukan targetpun harus realistis hiihi, saya pada akhirnya mencari incaran universitas lain setelah melihat persyaratan skor IELTSnya. Yah begitulah, saya dari kecil belajar bahasa Inggris hanya dari bangku sekolah dan autodidak. Kursus hanya pelatihan 3 bulan di Malang untuk IELTS, jadi sadar dirilah saya bahwa target skor bahasa Inggris untuk masuk dua universitas tersebut sulit saya gapai. Akhirnya Glasgow University lah yang menjadi tempat studi saya.
Kembali soal Maudy, selain banyak yang mengagumi dan merasa terinspirasi. Namun ternyata yang saya baca dan lihat di sosial media, eh banyak juga yang nyinyir bahwa kesuksesannya itu lebih banyak karena previlege dia. Sebagai anak orang kaya yang sedari kecil memang mempunyai kesempatan untuk belajar di tempat-tempat yang bagus. Yang tentunya biaya pendidikannya juga mahal.
“Biasa aja lah, lha dia dari kecil juga udah dibiasakan berbahasa Inggris yang oke, punya sokongan dana finansial dari orang tua jadi nggak harus pusing dengan biaya ketika mau milih sekolah,” begitu kira-kira nada kalimat yang beberapa kali saya jumpai di berbagai berita ataupun postingan sosial media.
Kalau kamu bagaimana pendapatnya?
Hummm memang betul Maudy Ayunda tentu punya previlege yang tidak semua orang punya itu. Tapi tentu saja tidak fair dengan mengatakan hanya karena faktor itu saja. Lho banyak prang yang mempunyai faktor keistimewaan seperti Maudy tapi toh nggak cemerlang juga!
Kalau kalimat melihat seoarang Maudy Ayunda di Channel Youtubenya, kalian bisa tau bagaimana dia secara konsisten dan persisten berjuang keras untuk meraih apa yang dimaui. Kebetulan saya suka banget melihat video-videonya di Youtube, yang juga menginspirasi banyak orang itu. Sebuah video kesehariannya ketika kuliah di Oxford menunjukkan betapa dia harus belajar keras untuk dapat mengikuti dan menyelesaikan pendidikannya.
Jadi inget waktu-waktu saya kuliah di Glasgow dulu huhuuu…nyesel ya dulu nggak bikin video haha! bukan pengen nyaingin Maudy, tapi buat kenang-kenangan saja hehe
Jadi sih menurut saya, Maudy itu mampu mengkolaborasikan antara faktor previlege dengan faktor lain yang ada pada dirinya seperti pekerja keras, rajin, disiplin sehingga menjadikannya menjadi pribadi yang cemerlang seperti sekarang. Betapa pribadinya terus bertumbuh juga sangat terasa melalui perjalanannya seiring bertambahnya pengalaman untuk hidup di beberapa negara untuk belajar.
Yah, seorang Maudy yang punya previlege kayak gitu aja berjuang keras gaes, makanya kita yang mungkin tidak punya faktor tersebut, ya harus ekstra berjuangnya hehe…jangan lelah dan menyerah. Semua usaha tidak pernah ada yang sia-sia.
Selamat memperjuangankan semua mimpi-mimpimu kawan!
Salam semangat,

