Hanya Orang Pintar Saja yang Bisa Kuliah di Luar Negeri! Mitos atau Fakta?

Kuliah di luar negeri! Hummm rasanya sungguh menggoda ya untuk diwujudkan. Paling tidak, impian itu pasti ada di benak sebagian besar anak-anak muda milenial yang haus akan pengetahuan dan pengalaman. Namun seringkali ada semacam stigma begini yang menggelayuti pikiran “Ah, yang bisa kuliah di luar negeri itu ya hanya orang-orang yang pintar saja”.

Selintasan pikir yang seperti itu seringkali membuat banyak orang yang merasa “tidak begitu pintar” menjadi berkecil hati, dan menyurutkan niat untuk berupaya bisa kuliah di luar negeri. Melihat postingan teman-teman kita yang kece sudah berhasil melanglang buana melintasi berbagai benua, terkadang membuat kita menjadi ciut. Apakah kita bisa juga?

Apakah benar yang bisa kuliah ke luar negeri itu orang-orang yang pintar saja sih? Pengalaman saya kuliah di luar negeri dan berinteraksi dengan berbagai rekan dari segala penjuru Indonesia membawa saya pada kesadaran, bahwa ada hal lain yang lebih penting daripada soal kepintaran dan hal-hal bersifat akademik lainnya.

Saya sendiri merasa berada di golongan orang-orang yang “tidak begitu pintar” itu. Namun hal itu tidak menciutkan semangat saya kala itu untuk memulai perjuangan kuliah di luar negeri, sampai akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral saya di University of Glasgow, Inggris Raya.

Apakah punya kemampuan akademik tidak penting? Aih, bukan begitu maksud saya. Tentu saja kemampuan akademik itu tetap penting. Karena ketika kita akan mendaftar beasiswa atau kuliah ke universitas tertentu, pastilah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kita juga menjadi salah satu syarat dan dokumen pertimbangannya. Tapi apakah kita harus menjadi orang brilian dengan IPK gilang gemilang untuk bisa kuliah ke luar negeri? Tidak selalu kawan!

Jangan ciut hati ketika merasa kemampuan akademikmu biasa-biasa saja, karena rumus untuk meraih impian itu terkadang sama saja. Kamu hanya perlu untuk mau bertekad keras untuk mewujudkannya, disertai upaya-upayamu yang tanpa henti mengusahakannya. Mendapat beasiswa dan bisa kuliah ke luar negeri itu perjalanan panjang yang memerlukan persistensi untuk tetap gigih berjalan tanpa henti sampai tujuanmu tercapai.

Untuk tetap bangkit ketika terjatuh berkali-kali, tetap berjalan walaupun menghadapi banyak penolakan. Kembali berjuang walau jalan terang belum terlihat di penghujung sana. Seringkali dalam perjalanan meraih tujuan itu, kita dihadapkan dengan banyak rintangan dan kesulitan. Ada banyak orang yang menyerah, ada banyak yang berguguran di tengah jalan.

Tapi hanya pejuang-pejuang tangguh yang mampu melewatinya dan meraih apa yang diimpikannya. Belajar bahasa inggris agar melewati skor/kriteria yang disyaratkan itu nggak bisa instan. Memilih kampus idaman dan mempersiapkan persyaratan-persyaratannya itu perlu ketelatenan. Mengontak dan mencari orang-orang untuk mendapatkan surat rekomendasi itu perlu perjuangan.

Menulis motivation letter ataupun esai perlu latihan dan jam terbang. Usaha-usaha yang tak kenal lelah akan terbaca untuk dapat melewati itu semua.Jadi jangan berkecil hati ketika merasa kemampuanmu biasa-biasa aja. Ada kualitas-kualitas unggul lain dalam dirimu yang bisa membawamu meraih apapun yang kalian impikan.

Tidak ada yang lebih ajaib dari upaya-upaya sepenuh hati, tekad yang membaja dan doa-doa yang mengalir menuju langit. Kita hanya perlu percaya, bahwa Tuhan selalu baik menyiapkan rencana-rencana-Nya yang luar biasa.

Salam Semangat,

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *