Asiknya Pemegang Paspor Biru, Bisa ke Belanda Tanpa Visa!

Salah satu bucket list travelling saya tuh pengen ke Belanda, untuk melihat kanal-kanal di Amsterdam, serta berfoto dengan foto pakaian khas tradisional Belanda di Volendam. Saat itu saya di akhir masa studi doktoral saya di Glasgow, ketika memutuskan untuk ke Belanda. Tujuan utamanya untuk reuni dengan sahabat saya, Nuning, yang tengah memulai studi Ph.Dnya di University of Wageningen.

Tujuan lainnya tentu saja jalan-jalan keliling negeri kincir angin tersebut. Namun visa seringkali menjadi penghalang untuk bepergian ke negara yang ingin kita tuju. Misalnya saja saya selama studi di UK yang lalu harus apply visa schengen untuk bisa melancong ke eropa daratan, padahal juga sama-sama di Eropa. Tapi ternyata bisa lho ke Belanda tanpa visa!

Tadinya saya mendapat informasi ini dari blog yang pernah saya baca, bahwa untuk pemegang paspor biru atau keleluasaan untuk free visa ke beberapa negara tertentu. Salah satunya ke Benelux (Belgia, Netherland, Luxemburg) dan Perancis untuk pemegang paspor biru (service passport). Humm siapa sih pemegang paspor biru? Paspor biru biasanya dipunyai oleh orang yang sedang menjalankan tugas negara, staff/pegawai pemerintahan. Saya studi lanjut menggunakan paspor biru. Karena itulah saya mencoba ke Belanda tanpa visa menggunakan paspor biru.

Walaupun sudah ada informasi, dokumen dan browsing sana-sini tentang free visa untuk pemegang paspor biru ke Benelux, tetep aja kok berasa “agak cemas”..ini beneran nggak sih? Atau jangan-jangan nanti bermasalah. Tapi iseng nekad sih, dengan budjet yang sangat minimalis, sayapun membeli tiket pesawat Glasgow-Amsterdam. Waktu itu saya berpikir, nggak tau kapan bisa ke eropa lagi..mumpung ada kesempatan, hajar aja deh nekad ke Belanda untuk mengunjungi sahabat baik saya, nuning di Wageningen sebelum saya back for good ke tanah air.

Awalnya saya berniat hanya berbekal selembar surat keterangan bebas visa yang saya dapatkan hasil browsing sana sini. Namun ada blog yang menyebutkan kita harus mempunyai surat undangan dari orang yang akan kita tempati selama di Belanda. Si pemilik blog bilang, dua kali ke Belanda menggunakan paspor biru, yang pertama mulus lalu yang kedua rada ribet dengan sempat ditahan diinterogasi petugasnya karena merasa dia perlu visa schengen untuk masuk ke Belanda.

Walaupun akhirnya si beliau dilepaskan dan diijinkan masuk ke Belanda. Pengalaman administrasi di bandara memang kadang tak terduga ya, bikin deg-degan. Akhirnya untuk menambah ayem hati saya, saya meminta sahabat saya untuk membuatkan surat undangan dari Gemente (kelurahan) setempat.

Prosesnya sih sebentar aja jadi, seingat saya hanya sehari sahabat saya ke Gemente dan langsung dikasih surat undangan dalam bahasa Belanda.Akhirnya saya menuju ke bandara Glasgow, berbekal tas punggung dan koper kecil yang masuk kabin. Tiket senilai 105 GBP waktu itu harga tiket tanpa bagasi, ya sudahlah yang penting sampai belanda hehe..jadi saya memutuskan untuk tidak membeli jatah bagasi.

Waktu itu sehari sebelum natal, suasana sudah aura libur panjang. Orang-orang pulang ke keluarga tercinta, atau menghabiskan liburan seperti saya. Biasanya di UK, libur natal merupakan libur terpanjang dalam setahun yakni sekitar 2 minggu. Di bandara, saya menuju pemeriksaan awal. Kadang-kadang inilah proses yang melelahkan dari “terbang”, harus melewati sekian proses sebelum akhirnya terbang.

Proses pemeriksaan awal dan barang-barang terlewati dengan mulus, saya memang tidak membawa banyak barang. Selain tanpa jatah bagasi, saya hanya berlibur sekitar seminggu di Belanda, cukuplah dengan bawaan minimalis. Setelah tiba di Gate yang ditetapkan, saya menunggu waktu boarding.

Dan setelah ada pengumuman waktunya boarding, saya ikut mengantri bersama orang-orang lainnya yang nampaknya akan “mudik” natal ke Belanda. Orang-orang di depan saya lancar-lancar saja saat tiket mereka di tap ke semacam mesin boarding. Tapi begitu giliran saja, tiba-tiba nyala merah, berbunyi dan ada tulisan “unable to board”. Glek, kecut hati saya. Kemudian saya ditangani seorang petugas, dan si mbaknya bertanya apakah saya punya visa schengen ke Belanda.       

 “ Untuk paspor biru, tidak perlu visa untuk masuk ke Belanda,” terang saya. Sambil menunjukkan selembar surat keterangan hasil browsing sana sini itu.  Nih, dokumennya.  

  “Kamu butuh visa schengen untuk bisa masuk ke Belanda,” jelas si mbaknya. Errr, masalah nih, batin saya.          

 “Tidak, ada kebijakan tertentu antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah belanda kalau untuk pemegang paspor biru, kita bisa masuk belanda tanpa visa,” kata saya kalimat mencoba meyakinkan si mbaknya tadi.

Mungkin orang sini tidak begitu memahami perbedaan antara paspor biasa dengan paspor biru (service passport) sih.  Saya menunggu beberapa menit. Si mbaknya masih memeriksa dokumen yang saya sodorkan.          

  “Sebentar, saya cari informasinya dulu. ”kata si mbaknya tadi. Kemudian dia tampak menelpon seseorang, dan saya menunggu dengan harap harap cemas. Sekali dia tetap menggelengkan kepala, gagal sudah rencana saya ke Belanda.Si mbaknya nampak sudah bicara dalam telponnya, kemudian dia menurunkan gagang telponnya dan bertanya pada saya,          

  “ Berapa lama akan stay di Belanda?”  kemudian dia kembali bertanya.      

   “ 6 hari saja,” jawabku singkat.           

 “ Sudah punya tiket return ke Glasgow?”            

“ Iya, saya book dengan KLM juga,” jawab saya lagi. Dan  si mbaknya memeriksa dokumen saya melalui layar komputernya. Nampak dia mengangguk anguk. Dan menutup telponnya.            

Oke, kamu bisa terbang karena kamu boleh ke belanda untuk short visit,” begitu bilang si mbaknya yang membuat hati saya legaaaaa. Ternyata beneran itu peraturan!

Akhirnya saya menuju pesawat yang membawa saya ke Amsterdam setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Dan tak dinyana, proses pemeriksaan di bandara amsterdam sangat gampang. Tadinya saya sudah menyiapkan sebendel surat undangan dari Gemente yang telah diurus Nuning itu karena cemas masalah serupa seperti di Glasgow akan terjadi juga di sini. Tapi  kala saya mengulurkan paspor biru saya, si petugas imigrasi bandara Amsterdam itu dengan wajah datar segera menstempel paspor, tanda saya diijinkan untuk masuk ke wilayan Negeri Van Oranje itu.

Sepertinya petugas di Belanda sudah familiar dengan paspor biru-nya Indonesia. Wuhuuuuu akhirnya tiba juga di Belanda. Nah, bagi kalian pemegang paspor biru, bisa loh dimanfaatkan kesempatan untuk ke wilayah Benelux tanpa visa!

Semoga bermanfaat 🙂

Salam baik,

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *